* Kenapa kita membutuhkan Balanced Scorecard ????
Dahulu sebelum ada Balanced Scorecard , untuk mengukur kinerja suatu organisasi digunakan laporan keuangan yang biasanya dikeluarkan diawal bulan berikutnya. Kita hanya dapat melihat kinerja organisasi dari perspektif finansial dan yang pasti sudah lewat bulan . Hal ini agak sulit melihat secara detail apa yang sebenarnya terjadi di dalam organisasi tersebut. Selain itu akan sulit melakukan tindakan pencegahan karena kita tidak mempunyai alat kontrol dan monitor . Masih ada beberapa pertanyaan lagi seperti :
1 . Apakah masing – masing bagian dari organisasi sudah memahami strategi organisasi dan perannya ?
2. Apakah masing – masing bagian dari organisasi sudah melaksanakan proses bisnis yang efektif ?
3 . Apakah masing – masing bagian dari organisasi sudah melakukan kontrol terhadap proses bisnisnya ?
4. Apakah masing – masing bagian dari organisasi sudah melakukan yang terbaik terhadap pelanggan ?
5. Apakah masing –masing bagian dari organisasi sudah mengembangkan potensi dan meningkatkan kompetensi bagiannya ?
Dan masih banyak lagi . Bagaimana cara menjawabnya ?
Pada tahun 1992 , Robert S Kaplan dan David P. Norton mengemukakan konsep Balanced Scorecard di majalah Harvard Business Review. Konsep ini melihat suatu organisasi dalam empat perspektif yaitu dari perspektif finansial , perspektif proses internal, perspektif learning & growth dan perspektif pelanggan. Perspektif finansial untuk melihat apa yang dapat kita lakukan dari sisi finansial untuk organisasi yang lebih baik. Perspektif proses internal yaitu untuk melihat proses bisnis seperti apa yang dapat kita berikan untuk organisasi yang lebih baik. Perspektif learning & growth yaitu apa yang dapat dilakukan dengan kemampuan kita melakukan perubahan dan perbaikan untuk mencapai tujuan organisasi. Perspektif pelanggan yaitu apa yang dapat kita lakukan untuk pelanggan kita untuk mencapai tujuan organisasi.
Dengan adanya perspektif – perspektif ini organisasi dapat lebih fokus dan mengontrol dan memonitor operasional atau activity sehari – hari sehinggga pencapaian target atau tujuan organisasi diharapkan dapat dikendalikan.
* Apakah Proses Continueus improvment diawali dari solusi IT ??????
Saya coba mencari beberapa alasan untuk menjawab apakah proses continuous improvement harus diawali dengan solusi IT. Ada tiga alasan yang mendasar .
Alasan 1
Solusi otomatisasi IT akan cenderung menutupi hubungan sebab dan akibat dari pengguna dan proses. Yg mana akan mengurangi kemampuan mereka melakukan problem solving dan membatasi keterlibatan dalam proses tersebut. Dalam arti kata disini tidak ada awal pembelajaran.
Alasan 2
Otomatisasi IT proses sebelum dilakukan analisis dan penyederhanaaan proses yang benar akan berakibat selalu berkutat di proses yang salah atau yang itu – itu saja.
Alasan 3
Solusi otomatisasi IT biasanya membutuhkan waktu yang jelas untuk perencanaan dan pelaksanaan. Diperlukan suatu pendekatan bertahap untuk melakukan continuous improvement dimana akan terjadi eksperimen dan penyesuaian proses. Padahal dalam project IT, requirement user harus didefinisikan dan disepakati di awal project dan tidak boleh melakukan perubahan lagi krn perubahan requirement berarti perubahan cost project .
Jadi apakah anda akan tetap akan mengawali continuous improvement dengan solusi IT ?
Dahulu sebelum ada Balanced Scorecard , untuk mengukur kinerja suatu organisasi digunakan laporan keuangan yang biasanya dikeluarkan diawal bulan berikutnya. Kita hanya dapat melihat kinerja organisasi dari perspektif finansial dan yang pasti sudah lewat bulan . Hal ini agak sulit melihat secara detail apa yang sebenarnya terjadi di dalam organisasi tersebut. Selain itu akan sulit melakukan tindakan pencegahan karena kita tidak mempunyai alat kontrol dan monitor . Masih ada beberapa pertanyaan lagi seperti :
1 . Apakah masing – masing bagian dari organisasi sudah memahami strategi organisasi dan perannya ?
2. Apakah masing – masing bagian dari organisasi sudah melaksanakan proses bisnis yang efektif ?
3 . Apakah masing – masing bagian dari organisasi sudah melakukan kontrol terhadap proses bisnisnya ?
4. Apakah masing – masing bagian dari organisasi sudah melakukan yang terbaik terhadap pelanggan ?
5. Apakah masing –masing bagian dari organisasi sudah mengembangkan potensi dan meningkatkan kompetensi bagiannya ?
Dan masih banyak lagi . Bagaimana cara menjawabnya ?
Pada tahun 1992 , Robert S Kaplan dan David P. Norton mengemukakan konsep Balanced Scorecard di majalah Harvard Business Review. Konsep ini melihat suatu organisasi dalam empat perspektif yaitu dari perspektif finansial , perspektif proses internal, perspektif learning & growth dan perspektif pelanggan. Perspektif finansial untuk melihat apa yang dapat kita lakukan dari sisi finansial untuk organisasi yang lebih baik. Perspektif proses internal yaitu untuk melihat proses bisnis seperti apa yang dapat kita berikan untuk organisasi yang lebih baik. Perspektif learning & growth yaitu apa yang dapat dilakukan dengan kemampuan kita melakukan perubahan dan perbaikan untuk mencapai tujuan organisasi. Perspektif pelanggan yaitu apa yang dapat kita lakukan untuk pelanggan kita untuk mencapai tujuan organisasi.
Dengan adanya perspektif – perspektif ini organisasi dapat lebih fokus dan mengontrol dan memonitor operasional atau activity sehari – hari sehinggga pencapaian target atau tujuan organisasi diharapkan dapat dikendalikan.
* Apakah Proses Continueus improvment diawali dari solusi IT ??????
Saya coba mencari beberapa alasan untuk menjawab apakah proses continuous improvement harus diawali dengan solusi IT. Ada tiga alasan yang mendasar .
Alasan 1
Solusi otomatisasi IT akan cenderung menutupi hubungan sebab dan akibat dari pengguna dan proses. Yg mana akan mengurangi kemampuan mereka melakukan problem solving dan membatasi keterlibatan dalam proses tersebut. Dalam arti kata disini tidak ada awal pembelajaran.
Alasan 2
Otomatisasi IT proses sebelum dilakukan analisis dan penyederhanaaan proses yang benar akan berakibat selalu berkutat di proses yang salah atau yang itu – itu saja.
Alasan 3
Solusi otomatisasi IT biasanya membutuhkan waktu yang jelas untuk perencanaan dan pelaksanaan. Diperlukan suatu pendekatan bertahap untuk melakukan continuous improvement dimana akan terjadi eksperimen dan penyesuaian proses. Padahal dalam project IT, requirement user harus didefinisikan dan disepakati di awal project dan tidak boleh melakukan perubahan lagi krn perubahan requirement berarti perubahan cost project .
Jadi apakah anda akan tetap akan mengawali continuous improvement dengan solusi IT ?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar